Puing-puing yang berserakan tercecer dalam langkah kaki yang tiada henti…..letih…memang aku akui ada rasa letih yang harusku aku jalani …..bathin serta pikiran melayang silih berganti yang harus ku turuti….akupun tak tahu kapan…dan sampai kapan harus berhenti atau terhenti karena wajah terkasih harus pergi …..aku berusaha merapikan puing-puing yang berserakan walau dengan susah payah untuk berdiri dan tersenyum kembali….ku akui tak akan utuh kembali dan mudah sekali jatuh karena rapuh….satu persatu puing yang tercecer ku lihat kembali…ku tata dengan rasa kasih…supaya ada yang dapat mengerti betapa gelisahnya hati ini….untuk dapat bangkit kembali…menunggu dan menunggu dalam waktu yang tak pasti…
Ditulis oleh arifachmadi 

